Ujung Waduk Jatigede

Merupakan sebuah film semi-dokumenter berjudul Ujung Waduk Jatigede (https://www.youtube.com/watch?v=8B3e4SMpwGU).

Apa yang menjadi permasalahan sosial di Desa Jatibungur?
Melihat sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), demografi, geografi, indeks pembangunan manusia (IPM), dan berbagai aspek kehidupan masyarakat lainnya, sekilas kita tidak dapat melihat titik permasalahan yang krusial di Desa Jatibungur, Kecamatan Darmaraja di Kabupaten Sumedang sebagaimana daerah pedesaan pada umumnya.

Desa ini memiliki banyak hal untuk menjadi kawasan yang unggul dan berprestasi, walau memang tidak dalam kurun waktu yang dekat. Namun ternyata, potensi-potensinya tersebut hanya akan tetap terpendam karena masyarakatnya diselimuti suatu kekhawatiran tentang masa depan mereka dan desa mereka. Kekhawatiran ini mengurungkan segala niat dan tindakan pembangunan daerahnya. Kekhawatiran ini lahir akibat proyek pembangungan Waduk Jatigede.

Waduk Jatigede merupakan proyek yang telah dicetuskan sejak 1960an dan hingga sekarang belum selesai. Tidak hanya secara teknis, secara sosial proyek ini meninggalkan pekerjaan besar. Desa Jatibungur adalah salah satu dari puluhan desa yang dikosongkan dan tidak luput dari permasalahan tersebut. Persoalan pembebasan lahan sudah menjadi bahasan klasik di dalam permasalahan Waduk Jatigede ini sejak tahun 1980an.

Permasalahan ini terlalu rumit sehingga di sini kami mencoba melihatnya melalui sudut pandang seorang remaja asli Jatibungur.

Namanya Maulana Fansur, biasa dipanggil Acuy. Tahun ini dia lulus SMA dan berniat untuk kuliah, juga berminat untuk bergabung di TNI/Polri. Permasalahan Jatigede benar-benar menghadang langkahnya. Mungkin persoalan bagi Orang Terkena Dampak (OTD) Waduk Jatigede akan bermuara pada persoalan penghidupan yang baru, namun, bagi remaja tanggung seperti Acuy, lebih dari itu, ini soal harapan, cita-cita, impian.


Film ini mencoba menguak sedikit fakta yang sering luput dari perhatian kebanyakan masyarakat kita, terutama masyarakat perkotaan, bahwa segala bentuk pembangunan di negara ini seringkali hanya memperhatikan kepentingan sebagian pihak. Bahkan, jauh dari itu, seringkali proses pembangunan yang disebut-sebut untuk kepentingan umum tersebut tidak dijalankan secara terbuka. Hal ini menjadi pecutan keras bagi kita, terutama akademisi, untuk selalu secara cerdas membuka mata dan mengkritisi segala bentuk kebijakan Pemerintah dalam konteks sosialnya supaya senantiasa mengarah pada pewujudan keadilan dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

Dengan menemui semua pihak yang terlibat, melalui film ini, kami berharap untuk mampu mendapatkan pelajaran dari kehidupan masyarakat secara langsung sebagai tugas utama kami dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) dan juga menyampaikannya kepada masyarakat luas.